Jumat, 25 November 2011

visual komunikasi

BAB 2
VISUAL COMMUNICATION
Banyak cara untuk menyampaikan gagasan, berita, maksud, cerita membangun
pemahaman teretentu dan seterusnya. Kita bisa menyampaikan langsung melalui lisa n
cerita, jika tak bisa melakukan kontak langsung dengan lawan bic ara kita bisa
mewakilkannya melalui tulisan berita / cerita, menambahkan gambar untuk mem bantu
pemahaman. Jika begitu banyak lawan bicara yang kita tuju, kita bisa mengandalkan cerita
tersebut dan menyebarkannya, atau menggunakan beragam media yang bisa menjangkau
target lawan bicara kita, menyebarluaskannya. Teknologi kini sudah memun gkinkan
membantu komunikasi kita tidak hanya tulisan berita dan gambar, namun juga gerak dan
suara. Komunikasi berkembang tidak hanya satu / dua arah tetapi memungkinkan interaksi
segala arah bahkan melibatkan banyak orang/ massal. Lawan bicara meres pon dan
bereaksi dalam waktu yang sama pula (real time).
Komunikasi visual adalah komunikasi menggunakan semua potensi yang bisa
ditangkap oleh indra penglihatan kita.
Disain grafis adalah profesi yang mengkhususkan diri merancan g sebuah
komunikasi melalui segala kemungkinan elemen visual. Didasari oleh pen getahuan
bagaimana manusia menerima informasi, teori dan metodologi komunikasi, ps ikologi
persepsi, berpikir cognitive, bahkan berstrategi komunikasi dengan pemahaman social
science dan cultural antropologis, segmentasi target komunikasi , kemudian mengarahkan,
mengorientasikan dan menyesuaikan informasi yang diharapkan target mengerti, merespon,
memahami sesuai apa yang dikehendaki. Proses desain adalah mengumpulkan data
memilih, menentukan sikap dan mengekspresikannya dalam bentuk karya disain grafis hasil
organized elemen – elemen disain berupa komposisi tulisan , gambar, tanda, warna, dsb
dalam satu kesatuan pesan informasi.
2.1 Elemen Desain
Memahami apa saja elemen dasar sebuah disain, dan bagaimana menggunakannya
akan membantu kita memilih dan merancang karya dalam bentuk layout disain yang bagus
dan tepat.
Dalam mencipta segala sesuatu, selalu berawal dari mater ial dasar. Kita
membutuhkan batubata, semen, pasir, rangka untuk membuat ba ngunan, kita
membutuhkan telor, tepung, dan beragam campuran bumbu untuk membuat kue, misalnya.
Untuk mencipta rancangan disain / layout dibutuhkan elemen disain berupa :
1. Garis/ Line, alur yang menghubungkan 2 titik.
2. Bidang/ Shape, memiliki luas dan ketinggian,
terbentuk dari garis yang kembali di satu titik.
3. Huruf/ Text
4. Tekstur/ Texture , tampilan dan nilai raba.
5. Ruang/ Space, area sekaligus jarak antara benda- benda.
6. Ukuran/ Size, besar kecil benda / obyek.
7. Color dan Value. Value, intensitas area gelap terang. Warna/ Color, arti da n makna
2.1.1 Garis / Line
Garis ada dimana-mana, apabila kita lihat sekitar, kita melihat garis pada lengkung
bulan, garis lurus berulang pada pagar, pada rel kereta adalah garis panjang tak terhingga.
Garis bisa digunakan untuk membatasi sesuatu, misalkan garis putus-putus ditengah jalan,
mengarahkan perhatian dengan garis berfungsi sebagai panah. Garis bahkan mam pu
menciptakan mood, emosi, ungkapan perasaan, menyeimbangkan atau s ebaliknya
membuat tidak mapan, stabil atau labil. Garis bisa menggambarkan gerakan, irama, gejolak
ombak, dst.
Tipe garis yang anda pilih bisa
menyampaikan makna. Garis
bisa mewujud dalam ukura n
tebal atau tipis, panjang atau
pendek, sambung atau putusputus,
lengkung atau lur us,
lembut atau kasar, atau
berlawanan dari satu ujung ke
ujung yang lain misal tipis
ketebal, dst. Pada gambar A garis tampak tenang & seimbang, gambar B menyiratkan tanjakan
berat, labil. Gambar C adalah ketegasan, keteraturan. Gambar D irama, asap, gejolak ombak, dst.
Dengan garis kita bisa :
v Mengelompokkan informasi, garis ditempatkan sebagai kolom pada diagram angka
tampilan laporan keuangan.
v Menegaskan memberi tanda kata-kata penting.
v Menghubungkan beberapa informasi, menghubungkan teks & photo dije laskan
dengan tarikan garis.
warna.
v Batas benda, list photo agar terpisah dari photo lain.
v Menciptakan garis bantu, kolom atau alur pada teks buku.
v Dipakai untuk grafik, alur membaik atau memburuk pada kesehatan … untung atau
rugi pada laporan keuangan.
v Menciptakan pola & ritme, pada garis hujan atau panjang pendek berurutan pada
equalizer.
v Mengarahkan penglihatan mata, garis diagonal terlihat lebih aktif dibanding garis
tenang horizontal.
v Menciptakan emosi, garis pada gambar penari balet menciptakan kesan elegan.
Contoh-contoh karya desain yang mengeksplorasi elemen garis
v Membentuk bidang, pohon natal lewat garis outline.

Anak-anak berlatih mengenal objek melalui bentuk, ia bisa membedakan bentuk bulat
apel & anggur, juga dilatih mengenal & menggambar bentuk geometris sederhana bulat,
segitiga, kotak, dst. Dalam disain, bidang/ shape sering kali dipermainkan untuk
menyampaikan gagasan, lingkaran pada sebuah logo perusahaan menggambarkan bumi
sentosa atau keakraban dalam satu irama kerja, dsb. Bentuk bidang yang asing bisa cepat
menarik perhatian seseorang, sering kali juga gambar dipotong sesuai kebutuhan…
mengikuti alur tubuh pada gambar orang atau bentuk bintang pada waah orang.
Memanipulasi huruf tercipta komposisi bidang yang menarik sering dilakukan dalam disain.
2.1.2 Bidang / Shape
Bidang bisa dikelompokkan dalam 3 jenis :
Bidang Geometris; lingkaran, segitiga, kubus, balok, bintang, segilima, dan bentuk
struktur sederhana yang lain.
Bidang Natural; hewan, pohon, manusia, planet, daun, dst. Bentuk bidang lebih rumit.
Bidang Abstrak; penyederhanaan dari bentuk rumit bidang natural. Pada rambu
rambu tanda adalah contoh abstraksi yang mudah dipahami semua orang. Contoh lain
abstraksi api, hati cinta, erat hubungan, pemaksaan, kesatuan, beragam bentuk,
bentuk ukir tradisi jawa, dst.
1.
2.
3.
Bentuk bidang sederhana
digunakan untuk tanda yang
dipahami umum.
Bidang sering digunakan pada negara
bendera. Bendera Amerika ini meski
hitam-putih, bidangnya mudah dikenali.
Dengan bidang kita bisa :
v Membentuk cropping gambar lebih menarik.
v Simbolisasi ide, jantung lambang cinta.
v Menciptakan blok menarik, menempatkan teks disudut sana & gambar g ambar
disebelah sini.
v Menciptakan format, brosur segitiga, kubus, dst.
v Menegaskan teks berita, blok untuk teks khusus pada artikel.
v Bentuk menggantikan huruf, segitiga untuk menggantikan huruf A, bulat huruf O, dst.
v Menyederhanakan bentuk, bidang geometris balok-balok menggambarkan gedung,
segitiga gunung, dst.
v Menyatukan elemen-elemen layout, gambar, teks, warna, dst.
Contoh-contoh karya desain yang mengeksplorasi elemen bidang


2.1.3 Texture
Dunia akan membosankan tanpa riak-riak tekstur. Anda bisa menggunakan tekstur
untuk menciptakan kekayaan nilai raba sebuah disain.
Pada sepucuk surat undangan dengan mengguna kan embosse, bunga-bunga
akan mempercantik tampilan nilai raba, huruf juga sering dijadikan objek nilai raba. Jenis
kertas uncoated atau natural fancy paper juga sering dipilih karena memiliki beragam jenis
karakter & tekstur yang disesuaikan dengan tema sebuah desain.
Ada juga visual tekstur, tekstur yang terbentuk dari gambar tidak terasa bila diraba,
tetapi memiliki ilusi tekstur dipenglihatan kita. Pattern misalnya, kita bisa gunakan sebagai
background pada disain, gunakan pattern yang ada padak fasilitas omputer, atau
menciptakan tekstur dengan cara memotret dinding, lantai batu, juga bisa men-scanning
langsung kertas yang kucel, atau pola kain untuk menciptakan ilusi permukaan bertekstur
memperkaya disain kita.
Meskipun tekstur adalah elemen lapis kedua, sering digunakan untuk backgroud,
namun tekstur bisa menguatkan objek utama….gelap terang tekstur background
mempertegas objek atau headline utama. Pada sebuah potret misalnya, corak dinding
bunga-bunga mempercantik photo nyonya bergaya.
Tekstur bisa digunakan untuk :
v Menggabungkan gambar dengan latar belakang, motif bunga-bunga & mod el
elegan.
v Menciptakan mood dan personality; tekstur lembut pada brosur ‘Penitipan Anak’
menggambarkan kehangatan sebuah perhatian.
v Menciptakan kontras sebagai daya tarik; tekstur yang rumit dari sebuah foto rodaroda
gir sebagai latar belakang bidang putih berisi teks.
v Menipu mata, pattern logo beruang-beruang sebagai daya tarik.
v Menciptakan kedalaman, kekayaan rasa.
v Digunakan sehari-hari, misal stempel kop surat, embossed, dst.
Contoh-contoh karya desain yang mengeksplorasi elemen tekstur
v
v
v


2.1.4 Ruang / Space
Saat mendisain sebuah layout, disainer harus mempertimbangkan ruang.
Mempertimbangkan seberapa luas ruang yang kita miliki, ini berkaitan dengan seberapa
banyak teks atau gambar yang akan ditampilkan.
Tidak hanya garis, bidang, tekstur, tapi juga di area seperti apa elemen tersebut
akan ditempatkan. Anda harus mempertimbangkan jarak dan ukuran benda – benda yang
ditempatkan untuk menyampaikan maksud. Penempatan obyek pada ruang menciptakan
hubungan terhadap benda lainnya, misalkan jika anda meletakkan ‘teks besar’ sebagai daya
tarik utama di ruang bebas, itu akan langsung terbaca meski banyak teks lain di antaranya.
Pengelolaan ruang yang tepat bias menciptakan kedalaman jarak jauh atau dekat. Ukuran
benda – benda dalam ruang, besar kecil benda menciptakan kedalaman / jarak.
Meskipun anda memiliki elemen yang banyak sekali untuk ditampilkan, pastikan
anda meninggalkan ruang kosong ‘white space’ agar mata kita menemukan keseimbangan
beristirahat. Ruang putih di antara 2 baris kolom teks adalah jarak yang memu dahkan
pembaca mengarahkan perhatiannya.
Ruang bisa kita gunakan untuk :
• Keseimbangtan. Mata beristirahat meluihat ruang sesak oleh dteks an gamba r
kemudian bersebelahan dengan ruang kosong yang menyeimbangkan dengan satu
teks besar.
• Menciptakan ikatan diantara beberapa elemen.
• Menciptakan dimensi kedalaman ruang dan jarak.
• Menegaskan obyek, letakkan benda diantara area kosong.
• Membuat layout dinamis, elemen ditata dalam layout ruang yang atraktif.
• Membuat huruf teks mudah dibaca, dilihat.
contoh karya desain yang mengeksplorasi elemen ruang
2.1.5 Size / Ukuran
Ukuran sesuai fungsi, kita memilih mobil karena mencocokan ukuran dengan jumlah
keluarga. Ukuran bias menarik perhatian, gambar bayi berukuran raksasa dintara mobil –
mobil mainan kota pada iklan toko mainan tentu menarik perhatian audience. Ukuran bias
memudahkan pengaturan, dikelompokkan ben da – benda kecil bersebelah an dengan
ukuran lebih besar dan lebih besar lagi. Small, medium, large, xtra large.
Ukuran mempunyai peran penting dalam disain. Dalam pembuatan sebuah b rosur,
ukuran jadi pertimbangan agar brosur mudah dibawa dan disimpan, menyesuaikan fungsi,
juga menarik karena lebih kecil / besar dari ukuran yang biasanya. Ukuran jug a bisa
memudahkan pengaturan, misalnya 1 seri novel dalam ukuran yang sama mudah disusun
dalam satu rak display.
Pastikan ukuran huruf yang mudah dibaca untuk orang tua yang mengalami penurunan
daya penglihatan atau sebaliknya dengan memperkecil size huruf bisa memberikan kesan
elegan.
Ukuran adalah hirarki dari daya tarik utama kemudian kedua dan seterusnya. Ukuran
yang besar akan tampak lebih dekat lebih utama urutannya. Hadline biasanya berukuran
lebih besar dari bodyteks dan caption.
Dengan size kita bisa :
• Menunjukkan elemen yang paling utama.
• Mengedepankan obyek.
• Sensasi berkala, potongan gambar bintang bersejajar dan lebih besar, menjelaskan
perbandingan ukuran.
• Menciptakan daya tarik, ukuran tidak normal.
• Harmonisasi, berbagai elemen dalam berbagai ukuran namun menyatu.
• Hirarki.
contoh karya desain yang mengeksplorasi elemen size
2.1.6 Color and Value
Value penting untuk menciptakan karakter layout. Intensitas gelap terang sebuah
obyek bisa menciptakan mood, perasaan tertentu. Menggambarkan kelembutan, berbeda
dengan sesuatu yang kontras. Foto grainy berkesan lembut dan pastel dibanding foto
kontras hitam putih. Kita bisa menggambarkan keceriaan, murung, suka cita, duka cita,
membangun dramatisasi sebuah disain.
Value biasa digabung dengan color. Warna mempunyai sifat. Diantaranya warna
dingin dan hangat, berlawanan, kontras dan lembut. Warna juga mempunyai arti. Arti warna
biasanya dipengaruhi oleh pengalaman kolektif sekelompok manusia / masyarakat. Sebuah
warna juga memiliki beragam arti. Kita bisa menggunakan warna untuk menyampaikan
maksud disain juga menggabungkan dengan kedalaman / value tingkatan untu k lebih
menjelaskan tujuan. Bahkan dalam warna hitam dan ptutih erkandung beragam warna
tergantung kedalaman value. Hitam berarti kematian, suram, misteri, na mun juga
ketegasan, elegant, dalam hitam terkandung semua warna.
Pada sebuah logo, warna dengan sangat hati – hati dipilih dan dipadukan. Arti warna
jadi sangat penting.
Warna kromatik, warna tunggal dan turunannya biasanya diguna kan untuk
menghemat biaya produksi sebuah undangan atau brosur misalnya. Kepekaan penggunaan
warna harus dilatih terus hingga disainer akan mudah memilih komposisi warna harmonis
untuk disain elegan, 2 buah warna kontras (menggambarkan ketegangan), atau barisan
warna pastel (menjelaskan kelembutan) dan warna – warna ceria menggambarkan dinamis,
fun, muda, dst.
Kedalaman warna pada tiap – tiap titik di bidang putih ini sama, namun
ada 1 yang menarik perhatian karena lebih muda.
Latar belakang abu – abu yang sama bisa berubah
mood tergantung obyek warna di depannya. Cool
gray pada waktu obyek berwarna biru dan warm
gray pada waktu obyek berwarna merah.
Value, gelap terang warna menciptakan suasana.
A B C
D E F
Komposisi dari elemen-elemen disain tersebut di atas bisa menciptakan beragam layout,
tergantung bagaimana elemen-elemen tersebut digunakan dalam sebuah disain.
Semakin sering seorang desainer grafis berlatih mengelola elemen-elemen disain, akan
semakin mudah ia mengartikulasikan pesan dalam sebuah disain yang bagus.
Contoh-contoh karya desain yang mengeksplorasi elemen color & value

2.2 Prinsip-Prinsip Desain
Jika elemen disain adalah bumbu dan bahan dasar dalam membuat suatu masakan,
prinsip disain adalah resepnya. Prinsip disain juga bisa disebut bentuk struktur/ karakter
dari disain Anda, diibaratkan dalam merancang sebuah gedung, terlebih dahulu Anda harus
tahu bentuk struktur/ karakter seperti apa gedung tersebut akan dibuat, sehingga Anda akan
leluasa merancang elemen yang harus ada seperti meletakkan atap, lantai, pagar, dinding
dan memutuskan dimana pintu-pintu dan jendela akan diletakkan. Tiap-tiap elemen yang
disusun akan membantu bentuk karakter seperti apa gedung tersebut jadi nantinya.
Dalam disain grafis semua elemen disain dikelola melalui prinsip – prinsip disain
sehingga menjadi suatu bentuk karakter disain tertentu yang tepat untuk menyampaikan
pesan.
Ada 4 macam prinsip disain : balance (keseimbangan), emphasis (penekanan),
rhytm (irama) , dan unity (satu kesatuan) yang akan membantu seorang desa iner
mengkombinasikan beragam elemen menjadi sebuah layout yang bagus. Sebuah prinsip
disain dapat diaplikasikan dengan mengelola berbagai macam elemen. Contohnya Anda
bisa menggabungkan garis, bidang tekstur, ruang, ukuran, gelap terang warna untuk
menciptakan satu kesatuan layout.
1. Balance
Anak kecil belajar untuk duduk, berdiri dan berjalan dengan cara mengatur
berat tubuh agar tidak jatuh. Karena keseimbangan begitu penting buat kita, maka
kita akan merasa tidak nyaman bila sesuatu tidak seimbang.
Apabila sebuah layout tidak memiliki keseimbangan, maka kita akan merasa
kesulitan untuk memahami atau merasa ada sesuatu yang salah pada disain
tersebut.
Ada 2 macam cara untuk mencapai keseimbangan. Anda bisa me ngelola
elemen sehingga tak ubahnya seperti refleksi kaca, berat di kiri dan di kanan sama.
Keseimbangan seperti ini disebut simetri. Keseimbangan ke dua adalah asimetri, anda
bisa menyeimbangkan bentuk – bentuk yang berbeda menjadi sebuah keseimbangan
dengan cara penekanan besar-kecil ukuran atau gelap-terang warna dalam upaya
mencapai keseimbangan asimetri. Sebab area yang gelap akan tampak lebih berat
daripada area yang terang. Bidang kecil berwarna hitam di kiri akan terlihat seimbang
dengan bidang putih besar di sebelah kanan.
Keseimbangan simetris bisa mengkomunikasikan pesan kekuatan atau
sesuatu yang statis, stabil, mapan; seringkali digunakan untuk disain – disain yang
konservatif dan tradisional. Keseimbangan asimetris menyatakan sesuatu yang
kontras, variatif, penuh kejutan gerakan dan gaya tidak formal. Biasa digu nakan
pada disain – disain yang mengedepankan daya tarik hiburan sekaligus informasi
seperti brosur travel periwisata, fashion anak muda.
Contoh-contoh karya desain yang menerapkan prinsip
balance
2. Rhytm
Kita seringkali mengasosiasikan rhytm dengan musik, memvisualisas ikan
irama melalui pengulangan bentuk. Bisa jadi rhytm adalah pengulangan bentuk yang
sama karakternya atau bisa juga rhytm muncul dalam berbagai variasi bentuk,
berbagai ukuran & posisi dalam sebuah layout disain grafis. Pengulangan bisa
menciptakan daya tarik yang sangat kuat, penuh permainan dan menghibur. Juga
mampu menggambarkan suasana santai, memudahkan teks untuk dibaca karena
berulang.
Contoh
-
contoh karya desain yang menerapkan prinsip Rhytm
3. Emphasis
Disain seringkali memberikan penekanan khusus, agar mend apatkan
perhatian dari target audience. Untuk menarik perhatian target, layout harus memiliki
titik vocal yang membantu pembaca mengetahui mana yang lebih dahulu dilihat,
misalnya drop cap pada awal kalimat, warna lain pada awal kata, warna lain pada
caption, huruf yang lebih besar pada headline, dan gambar ditempatkan di area
kosong adalah car a – cara untuk memberikan penekanan pesan yang harus
diketahui target. Namun berh ati – hatilah dalam melakukan penekanan, jangan
sampai lembar disain anda penuh dengan elemen yang diberi tekanan sehingga
menjadi berebut perhatian dan merusak karakter yang hendak di bangun. Atau
gambar yang memiliki kualitas resolusi rendah apabila diperbesar bisa m enjadi
kebalikan dari daya tarik itu sendiri.
Contoh-contoh karya desain yang menerapkan prinsip Emphasis
4. Unity
Tampilan yang membuat elemen saling berhubungan atau menjad i satu
kesatuan. Di kejadian sehari – hari sering kita jumpai sepatu yang tidak m atch
dengan pakaian yang kita kenakan, dasi yang terlalu mencolok sehingga kita tidak
nyaman. Kasus tersebut adalah contoh dari tidak adanya satu kesatuan,
Demikian juga dengan layout membutuhkan satu kesatuan yang harmonis.
Dalam menyampaikan pesan, tulisan, foto, berita harus tampil bersama sebagai satu
kesatuan karakter disain.
Unity diperlukan karena dia bisa menyatukan kepingan – kepingan pesan –
pesan yang terpisah, misalkan suatu iklan akan mudah dikenali sebagai sebuah
produk x walaupun tampil pada majalah yang berbeda karena mem iliki satu
kesatuan layout. Brosur yang terpisah dari produk kosmetika Y akan mudah dikenali
sebagai produk Y karena memiliki karakter yang sama dengan packaging produk Y.
Ada banyak cara untuk menciptakan unity dalam disain. Anda bisa menjaga
unity dari makna, dari warna dengan karakter huruf atau gambar yang anda gunakan
secara terus menerus. Aturlah elemen – elemen disain membentuk menjadi satu
kesatuan karakter dalam menyampaikan pesan dan tidak saling ber tabrakan
sehingga mengacaukan pesan.
Contoh-contoh karya desain yang menerapkan prinsip Unity

2.3 Membuat Layout yang Baik
Perencanaan layout yang baik, menghasilkan desain yang baik.
Ada 3 kriteria dasar dalam me-layout yang baik :
1. Dapat berfungsi dengan baik.
2. Dikelola dengan baik, bisa mengarahkan.
3. Menarik perhatian.
Ketiga – tiganya mutlak dalam sebuah disain, bukan hanya 1 atau kedua dari ketiganya.
Untuk bisa berfungsi dengan baik, sebuah layout harus bisa menyampaikan pesan
secara cepat / langsung dalam satu karakter disain. Layout yang dikelola dengan baik,
target akan lebih mudah dipahami dan mudah dalam mengurutkan tiap – tiap pesan yang
disampaikan. Dan layout harus bisa menarik perhatian, harus mampu keluar dar i yang
umum/ biasa, lebih menonjol dan atraktif, berbeda dan lebih bagus dari c ompetitor.
Memahami gabungan 3 kriteria di atas adalah kunci dari sebuah layout yang baik
hingga kapanpun juga.
1. Layout yang baik harus bisa bekerja/ berfungsi dengan baik
Seorang disainer harus mengetahui elemen – elemen apa saja yang akan dia layout,
di mana disain ini akan dilihat. Bertanyalah kepada klien anda tujuan dari disain yang
akan anda buat sebagai guideline/ arahan untuk mencipta sebuah disain. Tanyakan
siapa yang akan dituju, reaksi apa yang diharapkan, dan dimana disain tsb. akan
ditempatkan. Anda harus menanyakan hal tersebut kepada klien dan juga pada diri anda
sendiri.
Mengetahui jawaban – jawaban dari pertanya an – pertanyaan tersebut ak an
membuat anda mudah membuat layout yang dapat bekerja dengan baik, mis alkan
apabila anda membuat layout poster, gunakan sedikit elemen dengan warna yang
menyolok dan huruf yang tercetak besar – besar. Hal ini akan membuat disain anda
mudah dibaca sekalipun target anda dalam keadaan bergerak di tempat umum.
2. Layout yang dikelola dengan baik, bisa mengarahkan
Seorang disainer harus bisa mengarahkan target untuk memahami isi pesan dengan
mudah. Apabila target kesulitan untuk membaca, disain anda akan ditinggalkan. Kelola
dan pilih benar – benar informasipesan anda sesederhana dan sejelas mungkin. Tak
ubahnya membuat peta kecil untuk memberi petunjuk orang asing / orang yang tersesat
tidak tahu jalan.
Pilihlah apa yang harus dibaca / dilihat terlebih dahulu. Dia harus tampil semenarik
mungkin sebagai daya tarik utama, kemudian putuskan apa yang ha rus dilihat
kemudian. Pertimbangkan kata – kata atau gambar yang terlebih dahulu menarik
perhatian, kemudian informasi tambahan mengikutinya. Jika informasinya cukup
banyak, anda harus menemukan jalan untuk menyampaikannya degan cara yang tidak
membosankan. Semakin baik anda mengelola layout, sem akin cepat pesan and a
ditangkap oleh target.


3. Menarik perhatian
Disain tidak akan mampu berbicara lebih banyak apabila tidak menarik. Untuk bisa
menarik, disain anda harus bisa mencuri perhatian diantara kerumunan. Bisa jadi disain
anda harus cantik atau mungkin mengejutkan, menghibur atau sesuatu yang tidak
umum atau memilih jalan yang sederhana dan lugas. Pendekatan yang mana yang akan
anda pilih, tergantung pada target yang anda tuju dan lingkungan di mana disain itu
berada.
Surat kabar akan terlihat sama karena berisi barisan lautan kata – kata, oleh karena
itu, disain iklan yang menggunakan area gelap atau terang yang luas akan mudah
menarik perhatian di lautan kata-kata. Hampir semua brosur perusahan kontra ktor
didominasi oleh warna biru, elegan dan huruf yang ko koh. Kenapa tidak mencoba
dengan warna yang berbeda, kuning misalnya. Karena kebetulan klien anda adalah
surya kontraktor. Perbesar kata – kata atau foto sehingga memenuhi layout anda.
Gunakan blok – blok berwarna kontras atau biarkan area kosong mengelilingi headline
anda. Cari cara yang berbeda dengan menggunakan gabungan gambar, pendekatan
humor provokatif dan berusaha untuk selalu berbeda dari yang sudah ada. Ingat, daya
tariklah yang membuat target ingin mengetahui lebih jauh pesan anda.
Selamat mempraktekkan layout yang baik, menciptakan desain yang sesu ai bisa
menyampaikan pesan dengan penataan yang bagus dan menarik perhatian, memiliki
karakter karena mempraktekkan prinsip disain dan pengorganisasian elemen d isain
dengan baik pula. Disain anda akan menarik, mudah dipahami, dan mudah diingat…
sukses dan berlatihlah terus.
2.4 Type / Huruf
Type atau huruf adalah salah satu elemen paling penting dalam disain. Huruf bisa
menyampaikan pesan dalam berbagai cara; sebagai teks untuk dibaca, sebagai bidang &
visual huruf yang bisa diolah untuk daya tarik sekaligus menciptakan mood dan karakter
disain.
Menggunakan huruf yang tepat bisa membantu mengartikulasikan pesan dengan
mudah kepada target. Jika Anda menggunakan karakter simbol dengan menggunakan huruf
itu sendiri, huruf bisa menjadi visual untuk memperkuat makna yang tertulis.
Seorang disainer grafis sering kali dinilai dari kepekaan penggunaan huruf dalam
karya disainnya. Huruf bisa menciptakan mood, bahkan jika Anda menciptakan disain
dengan setting huruf beragam meski hanya 1 keluarga huruf akan tercipta mood tertentu
dari komposisi font size.
Penggunaan huruf capital/besar saja dalam sebuah kalimat bisa bermakna t egas,
kokoh & mapan, sedangkan penggunaan lowercase dalam kalimat yang sama bisa lebih
memperhalus pesan, bersahabat & ramah, dan akan berbeda lagi moodnya apabila
disetting dengan huruf miring.
Contoh :
Huruf ‘a’ pada ragam jenis huruf memiliki makna beragam.
2.4.1 Huruf memiliki ragam variasi.
Huruf sering kali dikelompokkan menjadi empat kategori :
1. Serif Faces, dinamakan demikian karena karakter yang dimiliki menggu nakan
shortline atau sheriffs stemming pada tiap kaki & kepala huruf baik lower atau upper
ends stroke letters. Huruf semacam ini memiliki karakter klasik sudah digunakan
sejak awal mula hot metal era. Memiliki factor keterbacaan clear & legible yang
sangat jelas, missal/contoh : Times New Roman.
2. Sans Serif, dinamakan demikian karena tidak memiliki kaki kait (sans dalam Bahasa
Latin berarti tanpa / tidak). Huruf jenis ini sangat popular pada era Swiss disain,
karena memiliki simplicity & tegas, modern felling & netral. Sering kali digunakan
untuk pada headline maupun body teks karena tegas & kuat.
3. Display Faces / Teks , dipopulerkan pada era disain advertising awal tahun 1900’an,
digunakan untuk headline/kepala berita untuk display produk, digunakan dalam
ukuran besar yang kadang berbeda dari body teks.
Script Faces, berkarakterkan kaligrafi tulisan tangan atau sambung, berceritakan
elegan & mewah sering digunakan pada disain undangan & headline produk
4.
mewah aristokratik.
Teknologi komputer memungkinkan disainer untuk memilih huruf beragam & langsung
menerapkannya dalam berbagai size, leading, kerning, expand, bahkan distorsi & diciptakan
ulang dengan berbagai efek warna, 3 dimensi, bluring, dsb. Untuk menciptakan sensasi
makna pesan yang disampaikannya.
2.4.2 Huruf bisa menciptakan bidang.
Besar kecil ukuran huruf bisa dimanipulasi menciptakan bidang, bisa juga dijungkirbalikkan
hingga menjadi komposisi yang menarik, atau dimanipulasi menjadi bentuk-bentuk
sederhana digabungkan dengan benda-benda & warna-warna namun masih bisa dibaca.
2.4.3 Huruf bisa menggambarkan masa lalu atau trendi masa kini.
Hanya dengan terus berlat ih & mencoba, kita bisa memilih jenis huruf yang bisa
mengekspresikan pesan kita. Pilih huruf klasik untuk gaya disain masa lalu pada saat kita
mendisain musik retro misalnya atau proyak brosur apartemen gaya romawi, pilih meodern
techno pada proyek buku annual anak muda/kelulusan SMA sesuai spirit yang disampaikan.
Tips: Gunakan sedikit mungkin jenis/keluarga huruf dalam 1 dis ain, karena
menggunakan banyak jenis huruf dalam 1 disain akan mengacaukan karakter disain Anda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar